HUEHEHEHEHE apakabar semuanya? Sudah berbulan - bulan lamanya tidak berjumpa, tidak menulis blog, rasanya jadi aneh. Maaf ya temen - temen, baru sempet lagi nih. Belakangan emang banyak urusan. Biasa orang cantik emang suka sibuk *hening*
Selama 2 bulan gak ngepost udah banyak banget kejadian yang terjadi. Glovitix The 3rd Generation 19Nov, terima rapot 23Des, tahun baru 2012, dan yang paling keren adalah........
Gue ambil darah.
Apa kerennya? Well, it's been a long long time since gue ambil darah, waktu SMP aja belom pernah lagi. Waktu SMP gue bagian ketawa kalo Cui sama Lista ambil darah. Sekarang gue ditertawakan. Oke berikut adalah pengalaman gue diambil darahnya. Selamat membaca!
Sabtu, 14 Januari 2012
Sabtu ke-2 bulan Januari.
Pagi yang indah. Burung - burung berkicau. Matahari bersinar dengan cerahnya.
Gue terbangun dari tidur panjang setelah 100 tahun menunggu datangnya Prince Charming. Dan dia benar - benar datang, dalam bentuk apa?
Michael Cera
Liat tampangnya aja gue udah pengen ngakak bahahahahah tapi serius, he's really cool. Waktu di Scott Pilgrim vs. The World oke dia sangatlah keren, aktingnya dewa. And the truth is dia sebenernya sangat mempesona, coba bandingkan dengan Frik dan Dhika. Mereka mirip jempolnya aja engga (Dikutip dari Angel).
Okay back to the story, gue ngga dibangunin dia. Itu semua cuma mimpi, jadi gue terbangun dalam mimpi kemudian terbangun di dunia nyata. Gue melirik jam udah jam 8, gue langsung siap - siap berangkat BP karena BP itu jam 9. Bukankah gue siswa BP yang sangat rajin?
Karena banyaknya ritual yang harus gue lakukan sebelum BP, gue ended up nyampe di BP jam 9:21. Sangat bagus. Pas masuk ruangan gue diketawain sama Kak Wiwi. Yap, gue langganan telat hari Sabtu. Lagi manusia macam apasih yang bener - bener ikhlas bangun pagi di hari Sabtu cuma buat bimbel? Yang jelas bukan manusia macam gue.
"Telat lagi, Annisa? Tidurnya malem lagi?" tanya Kak Wiwi.
Shit. Dia hafal alesan gue.
Gue pun tersenyum masam sambil memutar otak. Apa alesan lo nis, ayo, yang kreatif.
"Enggg....abis nginep dirumah sodara, Kak,"
ANJRIT ALESAN APAAN ITU NIS. BASI LO BASI.
"Oh ya? Dimana?" tanyanya lagi.
MAMPUS DIMANA?!?!?! AYO PIKIR LO PUNYA SODARA DIMANA NIS, YANG JAUH, YANG SANGAT JAUH
"Di Cengkareng, Kak," jawab gue sambil tersenyum tipis
SANGAT BAGUS ANNISA! Yang tinggal di Cengkareng itu Kinanti, dasar otak udang
"Oooh macet ya?" tanyanya untuk yang ketiga kali.
"Iya kak, hehehehehe," kata gue sambil ketawa dikit.
Bohong lagi. Entah berapa dosa yang gue buat hanya untuk ngomong sama dia.
"Oh yaudah, halaman 17 ya,"
Finally.
BP hari itu pelajaran Bahasa Indonesia. Berjalan cukup oke. Setidaknya kemampuan gue terasa meningkat. U know me lah gue lahir di Kutub Utara, ngomong bahasa anjing laut. Umur 3 tahun gue pindah ke LA harus belajar bahasa inggris. Umur 6 gue pindah ke London ngomong pake logat British. Umur 9 gue pindah ke Brebes ngomong bahasa Jawa, eh umur 11 gue ke Jakarta. What am I suppose to do? WHEN THE BEST PART OF ME WAS ALWAYS YOU!!!!!!!!!! *penggalauan*
Oke. Stop.
Pulangnya dijemput Mama, Papa, dan adikku tercinta terbusuk dan terusuh, Chalista. Pas nyampe di mobil nyokap langsung ngomong mau ke lab dan blablabla. Reaksi gue cuma satu.
APA?!?!?!?!?!?!?!?!?!??!?!
Okay, smooth Annisa. Cuma ambil darah, bukan pembantaian. It can't be that bad, can it?
TAPI TETEP AJA ITU DARAH!!!!!
Otak gue pun berantem dengan sendirinya membuat gue makin pusing. Akhirnya pulang dulu kerumah, makan, menyiapkan mental, joget imbisil, dan gue pun berangkat.
Ke Prodia Child Lab
Oke sebagian dari lo mungkin akan menganggap gue menggelikan, tapi Prodia Child Lab itu sangat enak tempatnya. Dengan ruang tunggu warna warni dan playground yang dilengkapi perosotan menjadikan Prodia Child Lab tempat mengambil darah paling cocok untuk buah hati anda.
Sesampainya disana, kami disambut oleh 3 orang mbak - mbak dengan muka yang sangat ramah. 1 berkerudung, 2 lagi dicepol. Nyokap pun mengutarakan niatnya dan blablablabla. Lab terlihat sangat sepi pada saat itu. Pasiennya yang boleh gue bilang sangat malang cuma kami. Koreksi, gue dan lista. Koreksi lagi, yang malang gue. Lista gak takut.
Sambil registrasi gitugitu salah satu mba mba yang dicepol mengoleskan salep ke lipatan siku sebelah kanan gue dan Lista sambil nanya - nanya kita sekolah dimana dan blablabla. Mba itu terlihat sangat profesional dan penyayang, cinta anak kecil. Dia belum tau aja gue kayak apa BAHAHAHAHA
Setelah itu kami langsung digiring ke ruang pengambilan darah. Dijalan gue memerhatikan 2 ruangan, ada yang pink, ada yang biru. Gue dan adek gue dimasukkan ke ruangan yang pink. KENAPA PINK YA ALLAH KENAPA?!!!!
Dengan segera gue pun langsung menunjukan sifat kehewanan gue.
"Mba, gak boleh di ruangan yang biru?"
"Oh yang itu buat laki - laki, Kakak," jawab salah satu mba yang dicepol dengan ramah.
"Tapi aku sukanya biru, Mba....."
"Yah, tapi kan Kakak cewek. Disini aja ya?" katanya lagi, masih dengan senyuman.
"T-"
"MBAK ADA YANG UNGU GAK? AKU SUKA UNGU!" kata adek gue dengan antusias.
Kutil
Gue pun menatap adek gue dengan tatapan 'diam-atau-hidung-lo-hilang' maka adek gue langsung cengengesan dan diam. Hal berikutnya yang gue lihat adalah adek gue didudukan di kursi astronot berwarna pink. Dan itu keren. Seandainya gue punya satu dirumah........
Ketiga mba - mba itu pun mulai sibuk mengoleskan berbagai macam salep ke lipatan siku adek gue. Adek gue tertawa tawa dengan bahagianya, merasa seperti ratu.
Liat aja begitu keluar dari sini lo gue apain
Selanjutnya, jarum pun disiapkan. Gue meringis seperti ingin menangis bagai ter iris - iris setelah melihat hal mistis. Dan adek gue, masih tertawa - tawa.
Kita liat, seberapa lama sih lo bisa ketawa?
Dan akhirnya cessss! Jarum masuk ke tubuh adek gue. Ajaibnya adek gue diam, melek, sadar, DAN KETAWA TAWA! Ada apasih sama bocah ini. Dia gak berhenti ketawa. Menggelikan.
"AOU!" adek gue berteriak secara tiba - tiba dengan muka kesakitan mirip babi angry bird.
"Kenapa, Dek? Sakit?" tanya mba - mba berkerudung.
"Engga, aku cuma pengen nakut - nakutin Mba Nisa heheheheheh," katanya sambil ketawa lagi.
Kadang gue bingung, apa bener kita ini bersaudara.
Dalam hitungan detik, jarum dilepas dari tubuh adek gue. Setelah lukanya ditutup adek gue langsung bisa loncat - loncatan lagi. Dia langsung tertawa - tawa bahagia, membuat semua ikut ketawa, kecuali gue.
"Nah, ayo sekarang giliran Kakak!" kata mba - mba dicepol 1.
*nelen ludah* *duduk*
"Tangan kanannya, Kak. Disini nih," kata mba - mba dicepol 2 sambil menunjuk hidungnya. Gak deng, nunjuk ke bantal kecil di meja kursi tersebut.
Dengan patuh gue meletakan tangan gue diatas benda tersebut. Tiga orang mba - mba itu pun langsung sibuk mengolesi lengan gue dengan apapun yang bisa diolesin sambil sesekali menekan lipatan siku gue yang gue asumsikan sebagai mencari urat nadi.
Tiba - tiba mba - mba dicepol 2 mengeluarkan jarumnya. Ia menunjukan jarum tersebut pada nyokap gue.
"Nih, Bu. Masih baru ya," katanya sambil membuka bungkusan jarum tersebut. Nyokap gue mengangguk mengiyakan.
Setelah jarum dibuka, benda itu didekatkan pada lengan kanan gue. Dengan spontan gue berteriak.
"AAAAAAA!!!!"
"Aduh tenang ya, Kak, jangan diliat. Kakak madep ke adek aja tuh," kata mba - mba berkerudung.
Gue pun menoleh ke kiri, tepat dimana adek gue sedang memegang iPad sambil cengar - cengir, merekam kejadian bersejarah, Nicut Ambil Darah.
"AAAAAAAAAAH!!!!! LISTAAA!!!" gue berteriak lagi.
"Apasih Mba Nisa aku gak ngerekam, aku lagi main angry bird," jawabnya dengan penuh kebohongan.
"BOHONG! KAMU NGEREKAM! KAMU MEREKAMNYA KAN! MAMA SURUH DIA PERGI!! SURUH DIA KELUAR!"
Dengan sangat bijak, nyokap menyuruh adek gue minggir dari situ melihat gue yang meronta - ronta seperti kesetanan.
"AAAAAH MBA AKU GAMAU! AKU GAMAU AMBIL DARAH!!!!"
"Rileks, Kak, rileks! Mau disetelin Shaun the Sheep? Kalo anak kecil biasanya su-"
"AKU GAK SUKA DOMBA!"
"Oh gak suka? Yaudah dengerin lagu deh lagunya Justin Bieber! Ituka-"
"AKU BUKAN BELIEBER!"
"Aduh kalo gitu kakak maunya apa dong?"
Dari seberang ruangan adek gue meneriakan Katy Perryyang membuat gue makin frustasi menghadapi kenyataan bahwa iPod gue ketinggalan di mobil. Ketiga mba - mba yang mendampingi gue juga sudah nampak depresi. Sampai akhirnya bokap turun tangan. Denger suaranya aja gue udah mengkeret. Akhirnya gue pun memasrahkan diri pada Allah SWT. Bayangan wajah teman - teman satu per satu muncul di benak gue.
Cesssss!!
Jarum masuk. Sakit dikit. Tapi abis itu udah gak sakit. Gue pun diam, merem, jidat mengkerut, hidung kembang kempis.
"Aduh, Kakak takut ya?" kata salah satu mba - mbanya. Gue udah gak mikir deh itu yang ngomong siapa.
Gue mengangguk lemas, ketakutan.
"Kalo tegang pembulu darahnya mengecil. Yaudah dicabut dulu aja ya," kata si pemilik suara. Gue pun merasakan jarum itu bergerak dari balik kulit gue.
Gue membuka mata. Nyokap bokap tampak kesel dengan tingkah gue yang gue akui sebenernya agak berlebihan, cuma gue beneran takut. Adek gue masih sibuk merekam sambil ketawa - tawa. Mba - mba itu pun berpindah dari sisi kanan ke sisi kiri gue setelah menutup luka gue dengan kapas.
Uh-0h
Para mba - mba itu kembali sibuk menekan - nekan lengan kiri gue sambil mengoleskan berbagai salep. Jarum baru pun kembali dikeluarkan. Dan kali ini karena udah tau dengan apa yang akan gue hadapi, gue merem dan pasrah, tapi perasaan lebih rileks.
"Tarik nafas yang panjang, Kak," kata salah satu mba - mbanya.
Gue menurut dan menarik napas. Cessss jarumnya masuk. And this time gue udah siap. Terdengar adek gue tertawa gembira.
"Yeeee bisa!" kata adek gue.
Gue pun tersenyum dalam hati.
Akhirnya.
Segera setelah selesai gue mendapat ucapan selamat dari 6 orang yang ada di ruangan pada saat itu. Gue pun meminta maaf pada mba - mbanya karena udah ngerepotin.
Gue keluar dari ruangan pink penuh kenangan tadi diiringi lagu We Are The Champion.
Rasanya langkah gak pernah seringan ini.
Lampu gak pernah seterang ini.
Lantai juga gak pernah sekinclong ini.
Pas udah sampe lagi diruang tunggu, gue memutuskan untuk mengenang momen bersejarah itu dengan mengambil foto. Gue dan adek gue kembali masuk dan memotret darah kami.
HEHEHEHE
Akhirnya kami semua pergi dari Prodia Child Lab dan langsung menuju PI untuk makan siang dan blablabla.
Dijalan tak henti - hentinya gue tersenyum, sampai akhirnya.........
"Mba,"
"Hm?"
"Darahku lebih bagus dari Mba Nisa ya,"
"........................"
ciao!
annisa yang berani ambil darah ♥ ~



